Skip to main content

Posts

Featured

Babak I : Kegelisahan Siapa-Siapa

Saya ingat betul, waktu itu saya menangis di sebuah Pujasera yang letaknya ada di luar stadion olahraga dekat kampus. Saat itu saya tidak mampu membendung air mata saya, di semester awal saya berkuliah, saya merasa bukan siapa-siapa.
Saya merasa hanya remah-remah. Kecil, tidak terlihat, sepele, dan dianggap sebelah mata.
Ketidakbergunaan saya saat itu membuat saya tersedu.
Ibarat memulai semuanya dari nol, kehidupan kampus mampu mengejutkan saya.
Merasa diri ini bukan siapa-siapa.


Detik itulah saya merasa berada di level paling bawah kehidupan.

Latest Posts

Potongan Kegelisahan

Sebuah Kisah yang Tak Pernah Kukatakan Kepada Siapapun

A Letter to You

Jatuh, Lagi?

Ketika Tidak Sedang Jatuh Cinta

Terus Bergegas Ala Gagas di Usia Dua Belas

[Review] Novel by Alvi Syahrin, I Love You; I Just Can’t Tell You

Rayakan Siklus Cinta lewat Untaian Nada

Mencari Pertanda

Teruntuk Kita yang Diam-Diam Saling Jatuh Cinta