Skip to main content

Posts

Coklat Untuk Ibu [FLASH FICTION]

Aku baru saja melepas keberangkatan anakku ke sekolahnya. Sebelumnya, ia tak berkata apapun dan hanya mencium tanganku. Aku sangat mencintainya, seperti sebuah permata yang akan selalu ku jaga, meski terkadang ia bukan seorang anak yang begitu penurut. Anakku memang tak sebegitu ekspresif saat mengucapkan kata-kata di saat sang waktu merangkai diri dan membentuk ritme sebuah tahun.  Di saat seperti itu, kami hanya makan bersama dan ia mencium pipiku. Meski begitu, ku rasa itu cukup. Aku mengamati meja belajarnya, meja penuh dengan lembaran kertas dan pena. Prestasinya di sekolah sudah membuatku bangga dan ia telah menjadi pengharum nama bagi keluarga kami. Entah mengapa, hari ini aku ingin menyusuri tempat ia belajar hingga akhirnya ku temukan sebuah botol yang sudah familiar bagiku. Botol selai coklat. Aku teringat, aku selalu ingin membelinya namun uangku tak selalu cukup. Kebutuhan kami sangat mendesak jika dibandingkan dengan membeli sebuah selai coklat. Aku mengamati...

#QOTD 120113

"Tak ada kenyataan yang lebih ajaib daripada mengetahui bahwa diam-diam kita dicintai; hal itu seperti merasakan tangan Tuhan di bahu kita." - Charles Morgan (Dikutip dari buku Chicken Soup for The Couple's Soul: Ramalan Kue Keberuntungan) picture from torwars.com

Galau

Galau. Bukan galau gimana-gimana.__. Pindah ke wordpress gak ya? Sebenernya sih udah punya wordpress, udah berfungsi juga. Tinggal dipake, hayooo... pindah gak ya...... Ah gara-gara Oci sama Kum nih-_- Lak galau.....

Antara -Ku dan -Mu

Aku. Gadis itu. Entah telah berapa ratus detik terbuang kala kedua indera penglihatanku memperhatikannya lekat. Ku bilang, ini bukan 'terbuang' , karena bagiku tak pernah sia-sia untuk memandanginya dari jarak beberapa meter saja. Ya, kami memang dekat. Namun tak sedekat itu. Ruangan berukuran........ Berapa ya? Aku belum sempat menghitungnya dengan jemariku, yang jelas di ruangan inilah sehari-harinya kami dipertemukan. "Besok ada tugas apa?" Kata-kata ini lazim mampir di telingaku dan kata-kata ini pula lah yang lazim meluncur dari mulutnya. Dia bertanya kepadaku, kala aku tengah terduduk di sebuah bangku dekat meja guru. Sejurus kemudian ku buka buku yang sepintas nampak seperti diary -atau memang sebuah diary yang ku alihfungsikan sebagai buku catatan tugas- Tanganku membuka lembar demi lembar, mencari halaman yang kucari. Kubaca perlahan tulisan yang ada di halaman tengah buku itu, dan kemudian memandang seseorang yang berdiri di sampingku. "Udah kan? I...

Jangan Renggut Pangeranku, Dik

“Terima! Terima!” riuh suara terdengar dari halaman kampus. Puluhan mahasiswa sigap berdiri memandangi pemandangan yang ada di depannya. Berkerumun dan berkasak-kusuk mengomentari sesuatu yang diimpikan oleh hampir seluruh wanita di dunia. Ditembak di tempat umum. “For the second time, I ask you. Will you be my girlfriend?” Pipi gadis itu bersemu merah. Matanya sedikit berkaca-kaca. Pangeran impiannya semasa SMP dulu kini datang menghampirinya dan ingin menjadikannya sebagai seorang permaisuri. Gadis itu mencoba memandang kedua mata lelaki di depannya. Perlahan ia mengangguk dan tanpa dikomando sorak sorai itu kembali hadir, penonton yang mengelilingi mereka sejak 5 menit yang lalu bertepuk tangan penuh simpati. “Please, I wanna hear your voice.” Masih dipandangnya kedua mata gadis itu. “Yes. I will be your girlfriend.” Gadis itu tersenyum bahagia, berharap lelaki di hadapannya adalah pelabuhan terakhirnya. Mendengar itu, sebuah senyum mengembang dari sang lelaki. Menyiratkan rona baha...

Keluhanku Pada Hujan Tadi Sore

Matahari telah kehilangan pilar-pilar cahayanya. Tepat setelah gumpalan awan abu-abu menggantikan posisinya. Bertepatan dengan aku yang tengah bersila. Menatap catatan-catatan gila tentang yang namanya cinta. Hujan, kau tahu tidak… Ada dua bayangan yang menghantuiku sekarang. Dua bayangan yang dua-duanya berjarak. Terlihat dekat memang. Namun sukar untuk dijangkau. Hujan, kau tahu tidak.. Pemilik bayangan itu sayangnya bukan untuk kumiliki. Mereka tercipta bukan untuk diriku. Hujan, apa kau tahu… Sudah lama kata cinta tak mampir di pelabuhanku. Sudah lama kata cinta enggan mendekat padaku. Sekedar menyapa saja, ia tak mau. Namun hujan, apa kau tahu.. Kini aku mulai merasakannya lagi. Bukan, bukan rasa jatuh cinta. Tapi rasa sakit hatinya. Dan hujan, biarkanlah air mataku bersatu dengan butiran airmu. Agar tak seorangpun tahu ada aku. Aku yang tengah duduk kesakitan. Melihat dua bayangan yang tak kunjung mendekat. Hujan, u...

Tempat Baru Kita

Karena setiap cerita memiliki ruang sendiri di dalam hati. -Let Go Hai. SMA ya? Iya, SMA. Tempat baru, atmosfer baru. Dan, semua yang serba baru ini sangat berhubungan dengan sebuah kata yang di KBBI kita menyebutnya sebagai "ADAPTASI". Untuk menerima sebuah perubahan, tentunya dibutuhkan hati yang terbuka. Ya, begitu seharusnya. Kau tahu, tak enak dibandingkan. Dan tentu saja lelah untuk membandingkan. Keadaan memang tak bisa dipaksakan, kadang-kadang kita hanya cukup menerimanya. Itu saja. Berada di tempat yang salah, kalimat itulah yang pernah muncul di benakku. But, as long as I grow aku tahu aku bukan anak kecil lagi yang hanya meminta semuanya berjalan sesuai kemauan.Memang terdengar sedikit menyakitkan. Namun semuanya udah beda, iya. BEDA. GAK SAMA. Jarum jam memang bergerak seperti ia seharusnya, namun bagiku jarum jam bergerak dengan kecepatan cahaya. Iya, waktu memang berjalan sangat cepat. "Kok cepet banget?" "Nggak kerasa udah 4 bulan ya?...