Skip to main content

[PUISI] Enyahlah Zaman Nestapa

tak zamannya, kami merupa layaknya Siti Nurbaya
bukan eranya, kami dikesampingkan layaknya si nomor dua
tak perlu lagi kami tempuh zaman nestapa
sebuah zaman kala kami dikurung dalam sel tahanan
sel tanpa jeruji yang diintai oleh manusia bermata sebelah
yang menghakimi kami berkat kami wanita

kami wanita,
berkat Tuhan anugerahkan kami sebagai kaum hawa
kami disebut Ibunda,
berkat punya kasih sayang di luar nalar
kami adalah ratu dengan sejuta pesona
dinamakan putri, berkat punya daya pikat luar biasa
kami adalah perempuan yang dahulu berteriak lirih dalam benak,
“enyahlah zaman nestapa! enyah! enyah!”

hai, Tuan, zaman nestapa itu kini telah sirna
kami, kaum wanita, dan kau
telah terpapar oleh rinai cahaya yang sama
telah menapak pada ubin tanpa jenjang
telah berada pada satu garis yang sama
ya, Tuan, kini kita berdampingan**)

**) Puisi yang diikutkan FLS2N sekolah tahun lalu, tapi gagal lolos.
Tema : Emansipasi
 


Comments

Popular posts from this blog

Rayakan Siklus Cinta lewat Untaian Nada

Mengenal siklus cinta ibarat menyelami siklus hidrologi. Kau tahu kenapa? Sebab perputaran air tak melulu menyoal siklus panjang ataupun sedang, terkadang air sudah merasa cukup dengan siklus pendeknya.  Sebagaimana halnya dengan cinta, setiap dari kita punya siklusnya masing-masing. Dan serupa kisah kau dan aku, kita telah melewati 6 fase luar biasa yang menurutku terlampau pantas untuk diiringi dengan alunan lagu. Hai, kau, temanku, mari merapat dan dengarkan sejenak. Mari selami rupa-rupa rasa yang sempat kau torehkan dalam hidupku. Tembang-tembang ini, bukankah mereka terdengar syahdu di telingamu? Meski malu, harus kuakui 'When You Love Someone' milik Endah N Rhesa jadi lagu kebangsaanku kala itu Cinta Pertama : I love you, I just can't tell you.  #1. When You Love Someone - Endah N Rhesa “Jatuh cinta pada kali pertama memberiku satu kesempatan untuk menorehkan luka memar. Memar yang kubuat sendiri kala aku tak mampu bersuara dan berujar bahwa aku me...

[Review] Novel by Alvi Syahrin, I Love You; I Just Can’t Tell You

Penulis   Alvi Syahrin Tebal viii + 276 hlm Penerbit   Gagasmedia Cetakan   Pertama, 2015 Harga   Rp55.000 “Cinta yang sesungguhnya tidak perlu menggebu-gebu. Cinta yang sesungguhnya itu menenangkan.” -I Love You; I Just Can’t Tell You Cinta pertama, menjadi garis besar dalam novel ke-3 karya Alvi Syahrin ini. Ikut dalam series Love Cycle , buku ini menjadi pembuka bagaimana siklus cinta itu bergulir. Mengisahkan Daisy Yazawa, gadis ‘luar biasa’ yang selalu ingin tumbuh dewasa dan merasakan cinta seperti remaja kebanyakan. Di awal bab, penulis sudah membeberkan konflik batin dalam dirinya. Daisy yang tidak tumbuh merasa selalu diejek teman-temannya akhirnya melabuhkan hati pada seorang kakak mahasiswa bernama Alan Atmadjaya. Selanjutnya kisah-kisah pun bergulir, kehadiran Violetta (Ve), teman Al-begitu ia memanggil Alan-juga  memiliki kisah tersendiri dan rahasia yang disimpannya rapat-rapat. Siapa menyangka detik yang begit...

Teruntuk Kita yang Diam-Diam Saling Jatuh Cinta

Tulisan ini sebenarnya saya kirimkan ke redaksi Hipwee berharap bisa dimuat, tapi ternyata dua minggu ini tanpa kabar. Jadi, saya tuliskan di sini saja. Oh iya, gaya bahasanya juga tidak sepuitis biasanya mengingat tujuan awal penulisannya adalah untuk laman Hipwee. Tak usah berpanjang lebar, selamat mengkhidmati! :) Tidak banyak orang yang bisa mengekspresikan rasa cintanya via www.hdwallpapers.in Aku jatuh hati pada seseorang yang kutemui tiap hari. Aku jatuh hati pada kamu yang dahulu tak punya posisi di hati namun kini jadi personil utama singgasana hati. Kamu sang pencuri hati yang hingga kini belum tertangkap polisi.   Menyukaimu, aku perlu waktu Aku butuh waktu, gambar via favim.com Kamu bukan seseorang yang punya sejuta pesona atau karisma, bukan pula lelaki tampan dengan dada kotak-kotak dan kamu juga bukanlah seseorang yang punya kecerdasan setinggi langit. Kamu hanya manusia biasa, sosok rata-rata yang pada mulanya tak istimewa di mataku. Kamu bu...