Skip to main content

I'll miss you, the old you #wordpress


Untuk seseorang yang sebenarnya dicintai banyak orang.
Aku merindukan ketika kau dengan mudahnya membalas ocehanku. Pertama kali kubuat jejaring sosial itu aku tak pernah berpikir bahwa sedikit banyak aku telah menyelami kehidupanmu-setidaknya itu yang aku tahu-
Beberapa waktu yang lalu aku hampir saja menghujatmu, ketika kau tak mau lagi berinteraksi dengan mereka. Tak bisa seramah dahulu. Dan sepertinya tak pernah menganggapku ada.
Tapi kurasa kau punya alasan untuk itu.
Ya, dipandang sebelah mata. Kau terlalu depresi untuk itu, tak percaya bahwa kami benar-benar tulus mencintaimu. Kau berterimakasih pada kekasihmu yang katamu selalu ada di sampingmu-kekasih yang hampir membuat beberapa dari kami shock dan cemburu- .
Kau tak percaya bahwa kami benar-benar ada.


Sudah sering aku memberimu kata-kata itu. Tapi sepertinya tak cukup untuk membuatmu terbangun lagi.
Percayalah, kami benar-benar merindukanmu. Kami akan selalu ada untukmu. Kami ada , WE DO EXIST .
Kami adalah segerombolan orang yang benar-benar ingin melihatmu bahagia.
Jujur saja, hatiku selalu bergejolak ketika mereka menyandingkan pasanganmu dengan yang lain. Kau sepertinya terpukul dengan itu.
Memang banyak orang yang seakan meragukan kemampuanmu, pernah suatu waktu aku marah ketika banyak orang menyalahkan kekalahan kalian kepadamu. Mereka selalu menganggap maklum kesalahan pasanganmu itu.
Pada intinya aku ingin kalian berdua, kami ingin kalian berdua. Berada di peringkat yang lumayan dan mendapat pundi pundi seperti saat ini membutuhkan proses. Kalian sampai disini bersama-sama. Aku takkan membiarkan salah satu dari kalian terjatuh dan tersungkur. Dan apabila semuanya memang harus diperbaiki aku akan terus bersamamu, entah bagaimana caranya, entah bagaimana kuatnya dirimu menahanku dan tak percaya kepadaku.
Untuk saat ini aku tak mau menuntut lebih darimu, kukira jika aku berada di posisimu aku pasti akan kewalahan dan itu pasti akan sangat sulit.
Yang harus kau yakini sekarang adalah WE DO EXIST. Kita benar-benar ada dan ini bukan sekedar main-main.
Ku ingin kau tahu aku ada…
08 MEI 2012

Comments

Popular posts from this blog

Teruntuk Kita yang Diam-Diam Saling Jatuh Cinta

Tulisan ini sebenarnya saya kirimkan ke redaksi Hipwee berharap bisa dimuat, tapi ternyata dua minggu ini tanpa kabar. Jadi, saya tuliskan di sini saja. Oh iya, gaya bahasanya juga tidak sepuitis biasanya mengingat tujuan awal penulisannya adalah untuk laman Hipwee. Tak usah berpanjang lebar, selamat mengkhidmati! :) Tidak banyak orang yang bisa mengekspresikan rasa cintanya via www.hdwallpapers.in Aku jatuh hati pada seseorang yang kutemui tiap hari. Aku jatuh hati pada kamu yang dahulu tak punya posisi di hati namun kini jadi personil utama singgasana hati. Kamu sang pencuri hati yang hingga kini belum tertangkap polisi.   Menyukaimu, aku perlu waktu Aku butuh waktu, gambar via favim.com Kamu bukan seseorang yang punya sejuta pesona atau karisma, bukan pula lelaki tampan dengan dada kotak-kotak dan kamu juga bukanlah seseorang yang punya kecerdasan setinggi langit. Kamu hanya manusia biasa, sosok rata-rata yang pada mulanya tak istimewa di mataku. Kamu bu...

Where's Good in Good Bye?

Baru saja Diana selesai memanggang kue coklat kesukaan pria itu. Bahkan peluhnya belum kering sempurna, ia sudah harus berjalan mendekati gagang pintu untuk mengetahui apa yang terjadi di balik sana. Suara bel itu meraung-raung tepat pukul empat tiga puluh sore hari. Jam-jam yang sama ketika Diana dan Bara seringkali bercengkerama sembari mencicip cookie yang dibuat gadis itu tiap mensiversary mereka. Perayaan yang sudah tak pernah Diana kenali beberapa tahun belakangan ini, yang meski begitu ia akan secara otomatis membuat kue, kue yang beberapa tahun ini ia cicipi sendiri. Ia hidup dalam kesendirian yang panjang. Kesendirian yang lelap, yang belakangan ini membuatnya frustrasi setengah mati. Diana tak pernah berpikir bahwa kisah cintanya akan terkatung-katung layaknya jemuran tetangga yang sering ia temui di seberang pagar. Ia tak pernah mengira, bahwa ketidakhadiran Bara akan membawanya menjadi sesedih ini. Diana tak pernah tahu bahwa hari ini adalah saatnya, hari ini akhir...

Cemara dan Perpisahan

Aku tak kuasa menyaksikan sirat di pelupuk matamu itu. Bulatan obsidian itu, mengapakah ia begitu kelabu? Ia tiada secerah pendar cahaya matahari esok kemarin melainkan merupa guratan-guratan mendung yang menaungi kita sore itu, sore di bulan Januari. Kita bertemu di sore itu. Kau tampak amat kelabu, kuyu, dan lesu. Segalanya tak ubahnya simbol kelemahan dan kegoyahan dirimu padaku. Air muka itu, bukankah ia hasil dari himpunan dan kumpulan memori masa lalu itu? Masa lalu? Tunggu, apa itu salahku? Pertemuan itu. Tepat di depan mataku, pada akhirnya tumpah jua dirimu. Buliran air mata itu enggan terbendung dan membanjir ke sudut matamu. Namun, lagi-lagi keadaanmu yang satu itu, selalu kau selingi dengan tawa ironimu. Tawa yang seakan bercitra bahwa semua ini baik-baik saja. Sebuah tawa yang juga jadi senjata milik manusia demi penyangkalan pada kelemahan.