Skip to main content

Posts

Sebuah Kisah yang Tak Pernah Kukatakan Kepada Siapapun

Sudah setahun, kataku. Laman ini berdebu, batinku. Kembali, ujarku. Dengan sebuah kisah yang akhirnya tak hanya berakhir di pikiranku. Sebuah kisah yang belum pernah kukatakan kepada siapapun. -- Pertemuan. Takjub, aku bertemu denganmu. Benar! Denganmu! Kamu di antara lalu lalang kereta. Kita di antara udara yang sama. Ibarat sinema, batinku. Kamu, tepat di belakangku! Aku tiada sadar. Kita pada barisan ular yang sama. Tanpa saling sapa. Bukan salahku, aku membela. Karena aku tak melihatmu. Harusnya kau yang lebih tahu. Ya, aku menyalahkanmu, karena sampai detik ini, aku menganggapmu, pura-pura tidak tahu. Tak apa. Pertemuan itu, saat di mana aku juga memilih bersembunyi. Mengecil dibalik lalu lalang, hilang, berharap mampu lenyap saat itu juga. Pertemuan itu. Saat kutemuimu, bukan, saat kusaksikan kamu, bersama seseorang. Yogyakarta, 31 Mei 2017 Pertemuan itu terjadi April? Maaf, aku lupa. 

A Letter to You

a letter from me to you. Barangkali aku akan malu setengah mati saat melihat tulisan ini lagi. Barangkali aku akan tertawa geli mengenang segala hal yang aku tulis berderet-deret di sini. Barangkali juga, aku akan kesal sendiri dan tak habis pikir bagaimana semua ini bisa terjadi. Tetapi bagaimanapun surat ini akan kuselesaikan, betapa segala yang mengganjal di hatiku hari ini harus tuntas tanpa ganjalan. Aku harus mengakui segala hal yang terus saja mengusik hati dan pikiranku, mereka yang berputar-putar bagai tornado. Segalanya dimulai hari ini. Aku melihatmu lagi, setelah keberadaanmu di mimpiku semalam. Surat ini ingin kutulis sesaat ketika aku melihatmu lagi untuk pertama kali hari ini.  Aku melihatmu dengan jelas, pipi cabimu itu, jambul yang kadang menjelma jadi poni, dan baju kotak-kotak yang kau kenakan hari ini.  Hari ini pula aku merasakan debar jantung yang sama cepatnya seperti ketika aku bertemu denganmu Oktober tahun lalu. Hari ini juga, aku m...

Jatuh, Lagi?

aku jatuh lagi dan ketika aku bangun segalanya berubah merah jambu. pic from: tumblr.com Aku telah jatuh berulang kali, menelusuri siklus cinta yang hampir sama dari waktu ke waktu.  Aku telah terjerembab puluhan kali, mengarungi fase-fase yang sama, yang menyakitkan sekaligus menyenangkan Aku telah jatuh cinta lagi, kau pasti heran, mungkinkah semudah itu aku jatuh hati? Jawabannya, memang iya. Bukan, bukan itu maksudku. Aku akan mencintaimu setulus hati bila kau mau, namun apa yang mau kuharapkan dari sesosok raga yang menoleh padaku pun tidak? Apa yang mau kutunggu dari sosok yang gerak-geriknya saja semakin menjauh kian hari.  Aku selalu menunggumu di ujung pintu, tak pernah bergeser sesenti pun. Kamu di masa lalu adalah sosok yang melangkahkan kakinya menjauh dariku, dan bila ada orang lain yang ingin masuk ke pintuku? Bukankah aku akan menyambutnya dengan baik?  Sudah kubilang, aku selalu melalui masa-masa itu lagi. Dan nyatanya, tak satu pun dari a...

Ketika Tidak Sedang Jatuh Cinta

Pic is taken from highdefdiscnews.com Ada yang tak sempat tergambarkan oleh kata ketika kita berdua Hanya aku yang bisa bertanya, mungkinkah kau tahu jawabnya? -Berdua Saja, Payung Teduh Coba lihat, bagaimana dawai-dawai cinta mampu menerbangkanmu sebegitu tingginya. la menjadikanmu penyair maha hebat yang menuangkan dugaan-dugaan cinta lewat untaian kata-kata. Kau menjadi perangkai kata yang ulung, mampu mendeskripsikan dengan amat hiperbola tentang cinta yang telah membawamu pada suatu muara rasa. Namun, apa yang terjadi bila kau merasakan sebaliknya? Ketika kata cinta tak lagi dihayati dengan sepenuh jiwa, ketika untuk menggubah satu kalimat saja kau mati-matian tak mampu. Ketika itu, kau baru tahu, kau tidak sedang jatuh cinta. Kau mengalaminya, detik ini juga. Saat itu kau disuruh membuat surat cinta, untuk..... untuk siapa? Untuk seniormu, sebagai hukuman karena kesalahanmu. Kau pikir waktu itu kau bisa menggebu-gebu, yah, karena bisa dibilang kau memang liha...

Terus Bergegas Ala Gagas di Usia Dua Belas

  Selamat ulang tahun, GagasMedia! Penerbit yang pernah menolak naskahku dulu, tapi kok belakangan sering dapet hadiah dari penerbit ini :p Yah, my little steps are going to make a big journey. Semoga saja. Selamat ber-12-ria! Sebutkan 12 judul buku yang paling berkesan setelah kamu membacanya! 1. 5cm , Donny Dhirgantoro 2. The Hobbit , J.R.R Tolkien 3. Perahu Kertas , Dewi 'dee' Lestari 4,5,6. Tiga buku kece dari Suzane Collins ( The Hunger Games, Catching Fire , dan Mockingjay ) 7,8. Milana dan Jatuh Cinta adalah Cara Terbaik untuk Bunuh Diri dari Bernard Batubara 9. Karya roman klasik, Layla Majnun oleh Nizami 10. Berjuta Rasanya , Tere Liye 11. Kumpulan hari-hari yang bercerita dalam Menuju(h) , Aan Syafrani dkk. 12. Yang paling baru banget dibaca dan berkesan, Misteri Patung Garam -nya Ruwi Meita. Buku apa yang pernah membuatmu menangis, kenapa? Summer Breeze. Waktu itu pertama kali baca novel dan udah tersentuh sama kisah si kembar Ares-Orion yang...

[Review] Novel by Alvi Syahrin, I Love You; I Just Can’t Tell You

Penulis   Alvi Syahrin Tebal viii + 276 hlm Penerbit   Gagasmedia Cetakan   Pertama, 2015 Harga   Rp55.000 “Cinta yang sesungguhnya tidak perlu menggebu-gebu. Cinta yang sesungguhnya itu menenangkan.” -I Love You; I Just Can’t Tell You Cinta pertama, menjadi garis besar dalam novel ke-3 karya Alvi Syahrin ini. Ikut dalam series Love Cycle , buku ini menjadi pembuka bagaimana siklus cinta itu bergulir. Mengisahkan Daisy Yazawa, gadis ‘luar biasa’ yang selalu ingin tumbuh dewasa dan merasakan cinta seperti remaja kebanyakan. Di awal bab, penulis sudah membeberkan konflik batin dalam dirinya. Daisy yang tidak tumbuh merasa selalu diejek teman-temannya akhirnya melabuhkan hati pada seorang kakak mahasiswa bernama Alan Atmadjaya. Selanjutnya kisah-kisah pun bergulir, kehadiran Violetta (Ve), teman Al-begitu ia memanggil Alan-juga  memiliki kisah tersendiri dan rahasia yang disimpannya rapat-rapat. Siapa menyangka detik yang begit...

Rayakan Siklus Cinta lewat Untaian Nada

Mengenal siklus cinta ibarat menyelami siklus hidrologi. Kau tahu kenapa? Sebab perputaran air tak melulu menyoal siklus panjang ataupun sedang, terkadang air sudah merasa cukup dengan siklus pendeknya.  Sebagaimana halnya dengan cinta, setiap dari kita punya siklusnya masing-masing. Dan serupa kisah kau dan aku, kita telah melewati 6 fase luar biasa yang menurutku terlampau pantas untuk diiringi dengan alunan lagu. Hai, kau, temanku, mari merapat dan dengarkan sejenak. Mari selami rupa-rupa rasa yang sempat kau torehkan dalam hidupku. Tembang-tembang ini, bukankah mereka terdengar syahdu di telingamu? Meski malu, harus kuakui 'When You Love Someone' milik Endah N Rhesa jadi lagu kebangsaanku kala itu Cinta Pertama : I love you, I just can't tell you.  #1. When You Love Someone - Endah N Rhesa “Jatuh cinta pada kali pertama memberiku satu kesempatan untuk menorehkan luka memar. Memar yang kubuat sendiri kala aku tak mampu bersuara dan berujar bahwa aku me...